$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0$source=random-posts

Psikolog: Perilaku Kebencian Anak Cerminan Orang Dewasa di Sekitarnya


Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan beredarnya video anak-anak yang melakukan pawai keliling sambil menyanyikan lagu bermuatan hujatan dan kekerasan. Anak-anak itu dengan lantang dan tanpa merasa bersalah menyanyikan lagu tersebut secara bersama-sama sambil berpawai.

Itu hanyalah salah satu contoh dari darurat toleransi beragama di Indonesia. Sebelumnya netizen juga terkejut dengan viralnya surat intimidasi yang dilakukan seorang anak SD terhadap temannya dengan mengatakan kafir.

Ada juga cerita seorang anak SD yang berteriak di TPS dalam Pilkada DKI lalu, "Ih, mampus lu yang milih Ahok si Cina kafir!" sementara ibunya yang berjilbab hanya tertawa.

Juga ada cerita seorang anak SD nangis sepulang sekolah, ingin operasi mata karena "kata temenku kalau Cina nanti masuk neraka". (Baca selengkapnya di sini)



Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, mengungkapkan, perilaku anak-anak tersebut adalah cerminan dari apa yang diterimanya dari lingkungan terdekatnya, mulai dari keluarga, sekolah, atau lingkungan teman-temannya.

"Sebenarnya mereka belum mengerti dengan apa yang diucapkannya. Tapi, bagaimana dengan 10 atau 20 tahun mendatang ketika anak-anak itu menjadi dewasa," ucap pria yang akrab disapa Kak Seto ini ketika berbincang dengan Kompas Lifestyle (6/6/2017).

Menurutnya, usia anak-anak adalah waktu yang tepat untuk membentuk karakternya. Hingga seorang anak berusia 15 tahun, karakter si anak dibentuk dari proses belajar dan menyerap lingkungannya.

"Bisa menulis, lancar berbicara, atau bernyanyi itu semua didapatkan dari proses belajar. Demikian pula dengan menghujat, melontarkan senyum, atau tahu berterimakasih," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak ini.

Sayangnya, menurut dia, sekarang ini kita sebagai orang dewasa justru lebih sering mempertontonkan kekerasan pada anak, baik secara formal atau nonformal.

"Kita lupa mengajarkan indahnya kebersamaan, kita lupa mengajarkan indahnya perbedaan dan keragaman. Selain itu, anak juga selalu dihadapkan pada gadgetnya dan televisi dan bukan tidak mungkin ia akan mudah meniru suatu perilaku tertentu," ucapnya.

Anak-anak mengenal kebencian dan sikap intoleran dari doktrin yang diterima dari orang dewasa di sekitarnya. Menurut Kak Seto, ini adalah bibit munculnya radikalisme.


Sebagai orangtua, seharusnya kita menjauhkan anak dari jeratan radikalisme, dimulai dengan mengajarkan indahnya keberagaman. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak, sesuai dengan tingkat usianya.

"Berikan contoh indahnya bunga-bunga yang ada di taman. Keberagaman bunga yang ada di taman bisa diibaratkan seperti lingkungan sehari-hari, ada orang keturunan Arab, ada China, Jawa, Batak dan lainnya, mana yang paling baik? Semuanya adalah baik. Itu yang harus ditanamkan kepada anak-anak," sarannya.

Jika kita tidak ingin melihat generasi penerus yang intoleran dan penuh kekerasan, ajak mereka berdiskusi dan berikan contoh nyata pentingnya bersikap terbuka terhadap masyarakat Indonesia yang majemuk.


COMMENTS

Name

Agni Pratistha Arkadewi,1,Agus Harimurti Yudhoyono,1,Ahmad Dhani,7,Ahok,5,Anak-anak,2,Anang Hermansyah,1,Anies Baswedan,1,Annisa Pohan,2,Arab Saudi,1,Ario Kiswinar,1,artikel,2,Ashanty,1,Atiqah Hasiholan,1,Ayu Ting Ting,1,Baby Margaretha,1,Bambang Gentolet,1,Banjir,1,Banjir Jakarta,1,Batman,1,Beauty and The Beast,2,Berita,104,Berita Artis,92,Bigo LIVE,1,Bikini,1,Biskuit,1,Boyolali,1,Bra,2,Buku dan Referensi,5,Bule,1,Bunuh Diri,1,Cinta dan Seks,17,Dan Stevens,1,Dede Sunandar,1,Dewi Persik,1,Diet,2,Diskon dan Promo,3,Disneyland,1,Djarot,1,Dokter Kandungan,3,Donald Trump,1,Dubai,1,Elma Theana,2,Es Krim,1,Facebook,1,Farhat Abbas,1,Fashion dan Gaya,18,Femmy Permatasari,1,Feni Rose,3,Film,3,Film Biru,1,Flora dan Fauna,2,FPI,1,Gal Gadot,1,Gallery,1,Gatot Brajamusti,6,Habib Rizieq,1,Hijab,1,Hotel,1,Hotman Paris Hutapea,1,Ikang Fawzi,2,Indah Dewi Pertiwi,1,India,1,Inul Daratista,3,Iriana Jokowi,1,Isabelinha de Jesus Pinto,1,Isyana Sarasvati,1,Jaket Jokowi,1,Jeje Govinda,1,Jessica Kumala Wongso,4,Julia Perez,9,Kanker Payudara,1,Kanker Serviks,2,Kareena Kapoor,1,Kartu Kredit,1,Kate Middelton,1,Kecantikan dan Kesehatan,33,Kediri,1,Kehamilan,7,Kencan,1,Kesehatan,1,Kesehatan Kaki,1,Kesehatan Kulit,1,Kesehatan Rambut,2,Kim Kardashian,2,Komedo,1,Komik,1,Kroket,1,Kue Mangkuk,1,Lindsay Lohan,1,LivingSocial,1,Luisa Andrea,1,Maia Estianty,4,Majalah Playboy,1,Marah,1,Marcell,1,Maria Ozawa,1,Mario Teguh,3,Marissa Haque,6,Martabak,1,Masturbasi,1,Meggie Diaz,1,Melahirkan,1,Melania Trump,2,Michael Jackson,1,Miss Earth,1,Misteri Kematian Mirna,3,Muhammad Arifin Ilham,1,Mulan Jameela,4,Muncikari Artis,1,Nadine Chandrawinata,2,Narkoba,1,Nia Daniati,1,Nia Ramadhani,1,Nikita Mirzani,11,Nony Krystianti Andilah,1,Noor Tagouri,1,North East Skinny Dip,1,Osteoporosis,1,Payudara,2,Pendidikan Anak,2,Perceraian,1,Pernikahan,2,Persalinan,1,Perut,1,Petamburan,1,Pia Wurtzbach,1,Pramugari,1,Preity Zinta,1,Prostitusi Artis,2,Pussy Bow Blouse,1,Putri Aisyah Aminah,1,Raffi Ahmad,1,Raline Shah,1,Rani Mukherji,1,Rendang,1,Resep dan Kuliner,10,Reza Artamevia,6,Rhenald Kasali,1,Rhoma Irama,2,Ridho Rhoma,5,Robby Abbas,2,Roy Marten,1,Ruben Onsu,1,Rumah Sakit,1,Rumah Tangga,25,Sandiaga Uno,1,Sandra Dewi,1,Sandy Shandoro,1,Seks,2,Senam Kegel,1,Sewa Rahim,1,Shahnaz Haque,1,Shahnaz Sadiqah,1,Single Parent,1,Skip Challenge,1,Sophia Latjuba,1,Soraya Haque,1,Superman,1,Supreet Kaur,1,Susi Pudjiastuti,1,Syahrini,4,Sylviana Murni,1,Sys NS,1,Tas,1,Tas Branded,1,Thailand,1,The Boss Baby,1,Titi Rajo Bintang,1,Transgender,1,Travel,8,Tukul Arwana,1,Tyas Mirasih,1,Uban,2,Udumbara,2,Ustad Al Habsyi,2,Vicky Prasetyo,1,Vidya Balan,1,Wanita Karir,2,Warnet,1,Wayan Mirna Salihin,3,Wonder Woman,1,Zara Zettira,1,Zaskia Gotik,1,Zodiak,1,
ltr
item
TABLOID WANITA: Psikolog: Perilaku Kebencian Anak Cerminan Orang Dewasa di Sekitarnya
Psikolog: Perilaku Kebencian Anak Cerminan Orang Dewasa di Sekitarnya
https://3.bp.blogspot.com/-dCNuOMCJy1M/WTkj_E_83PI/AAAAAAAAHyc/GeI_0AUTqc0nyfeCkG1E-C1noqMnMW2DQCLcB/s400/pawai%2Bobor.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-dCNuOMCJy1M/WTkj_E_83PI/AAAAAAAAHyc/GeI_0AUTqc0nyfeCkG1E-C1noqMnMW2DQCLcB/s72-c/pawai%2Bobor.jpg
TABLOID WANITA
http://www.tabloidwanita.com/2017/06/psikolog-perilaku-kebencian-anak.html
http://www.tabloidwanita.com/
http://www.tabloidwanita.com/
http://www.tabloidwanita.com/2017/06/psikolog-perilaku-kebencian-anak.html
true
1643712535427385436
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts Lihat semua Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS Lihat semua RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago Lebih dari 5 Minggu lalu Followers Follow ARTIKEL INI MENGANDUNG KONTEN DEWASA Share untuk membuka artikel Salin semua kode Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy